Anggap saja kehidupan adalah sebuah garis lurus ataupun sebuah segitiga ataupun bentuk yang lainnya. Saat dua variabel bertemu di titik tengah, pada waktu itulah mereka tidak dapat dipisahkan meskipun dihadirkan titik potong diantara mereka. Begitulah dengan arti pertemuan, saat dimana hal itu tidak dapat untuk dihindari. Saat takdir berkata "Kamu harus!" Maka saat itulah kamu harus menerima pertemuan itu. Meskipun pertemuan yang mentakdirkan hanya untuk saling mengenal satu sama lain. Pertemuan hanya akan membuat hatimu gelisah akan apa yang akan terjadi untuk beberapa waktu ke depan. Saat takdir memilih untuk memisahkan dua variabel yang telah bertemu. Atau bahkan takdir akan menentukan bahwa dia pilihan terbaik bagimu. Saat itulah hatimu digoncangkan, pikiranmu didekatkan dengan kegelisahan. Bukankah pertemuan itu indah? Atau kalimat itu hanya sebuah pencitraan agar satu sama lain mengenal? Tapi mengapa setelah pertemuan terbitlah perpisahan yang berakhir menyedihkan?
Apa hanya satu variabel yang akan merasa tersakiti jika variabel lainnya pergi? Apa semua variabel dapat merasakan hal yang sama?
Dua variabel akan merasakan hal yang sama, jika mereka dapat bekerjasama membagi beban yang mereka derita.
Apa hanya satu variabel yang akan merasa tersakiti jika variabel lainnya pergi? Apa semua variabel dapat merasakan hal yang sama?
Dua variabel akan merasakan hal yang sama, jika mereka dapat bekerjasama membagi beban yang mereka derita.
Komentar
Posting Komentar